Tampilkan postingan dengan label Modul Kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Modul Kuliah. Tampilkan semua postingan

Algoritma RC4+

Algoritma RC4+ merupakan salah satu variasi atau pengembangan dari algoritma RC4. Variasi lainnya adalah RC4A. Algoritma RC4+ pada dasarnya hampir sama dengan algoritma RC4 dan RC4A, hanya saja ada beberapa formulasi yang berbeda diantaranya.
Khusus untuk algoritma RC4+, memiliki salah satu keunggulan yaitu, proses pengacakan kunci dilakukan dengan mengadopsi proses bitwise (left and right bitwise), sehingga kunci yang dihasilkan benar-benar nilai kunci yang acak.

Untuk memahami lebih lanjut tentang proses KSA dan PRGS algoritma RC4+, silahkan download modulnya disini.... Semoga bermanfaat.

Cara Enkripsi Dekripsi Berdasarkan Metode DES

Algoritma DES dikembangkan pada tahun 1976. Algoritma DES dipilih sebagai standard yang dipakai pada pemerintahan pada tahun tersebut. DES termasuk ke dalam algoritma yang sifat kuncinya simetris dan tergolong jenis cipher blok.
Algoritma DES, memiliki jumlah bit perkelompok (blok) sebanyak 64 bit. DES akan melakukan proses enkripsi 64 bit plain menjadi 64 bit cipher.

Jumlah bit kunci eksternal (external key)  sebanyak 64 bit. Kemudian dengan kunci eksternal akan dibangkitkan 16 kunci internal  (internal key/subkey) sebanyak 56 bit. Kunci Internal inilah yang digunakan sebagai kunci enkripsi maupun dekripsi selama 16 kali putaran.

Pada proses enkripsi maupun dekripsi, ada dua proses utama yang harus dilakukan yaitu proses GENERATE KEY (pembangkitan 16 kunci internal) kemudian baru proses ENKRIPSI maupun DEKRIPSI. 
Algoritma DES memiliki beberapa variasi. VARIASI ALGORITMA DES
Berdasarkan perkembangannya, maka ada beberapa variase Algoritma DES, yaitu :
1. Double DES, menggunakan 2 buah kunci, 
2. Triple DES menggunakan 3 buah kunci.
Proses pembagkitan kunci dan Enkripsi serta Dekripsi dilakukan seperti pada tahap-tahap algoritma DES.

Formula Doubel DES                   Formula  Triple DES :
Enkripsi : Ci = EK2(EK1(P)           Ci = EK3(EK2(EK1(P)))

Dekipsi  : Pi = DK1(DK2(C)))        Pi = DK1(DK2(DK3(C)))

Untuk Memahmi secara jelas contoh manual Enkripsi dan Dekripsi Teks berdasarkan Algiritma DES, silahkan  uduh modulnya di sini.... atau di sini...

Triangle Chain Cipher (TCC)

Algoritma Triangle Chain Cipher dan LSB-2

Algoritma triangle chain cipher adalah salah satu algoritma kriptografi klasik yang dikembangkan untuk menghasilkan ciphertext dari pesan asli (plaintext). Proses enkripsi dan enkripsi pesan rahasia dengan algoritma triangle chain cipher dilakukan secara ganda (double) berdasarkan perkalian nilai kunci dan faktor pengali sehingga ciphertext yang dihasilkan sangat jauh berbeda dari teks pesan asli.
Metode Least Significant Bit-2 (LSB-2) merupakan modifikasi dari metode LSB yang umumnya digunakan untuk menyembunyikan pesan rahasia pada media lain (steganografi). Metode LSB-2 bekerja dengan konsep menukarkan bit ke 8-2 (bit 6) dari setiap elemen warna pixel gambar yang dijadikan sebagai medium dengan bit pesan rahasia. Untuk lebih lengkap, silahkan download jurnalnya disini.

Steganografi Pesan Tersandi

Penerapan Metode Dynamic Cell Spreading (DCS) Untuk Menyembunyikan
Teks Tersandi Pada Citra

Keamanan adalah sebuah keadaan yang ingin bebas dari segala bentuk serangan apapun dan bertujuan untuk melindungi data maupun informasi dari berbagai tindakan kejahatan cyber seperti yang dilakukan oleh para hacker dan cracker. Keamanan memiliki dua teknik yaitu kriptografi dan steganografi. Kombinasi kedua teknik tersebut dapat digunakan sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan keamanan data maupun informasi yang bersifat rahasia, dimana teknik kriptografi digunakan untuk menyandikan pesan dan teknik steganografi digunakan untuk menyembunyikan pesan yang telah disandikan sebelumnya. Steganografi dapat dipandang sebagai kelanjutan kriptografi. Jika pada kriptografi, data yang telah disandikan (chipertext) tetap tersedia, maka dengan steganografi chipertext dapat disembunyikan sehingga pihak ketiga tidak mengetahui keberadaannya. 

Data rahasia yang disembunyikan dapat di ekstraksi kembali persis sama seperti keadaan aslinya. Kombinasi dari teknik kriptografi dan steganografi akan diterapkan dalam perancangan sebuah aplikasi keamanan data yang bisa digunakan untuk meningkatkan keamanan data atau informasi. Algoritma Kriptografi yang digunakan untuk menghasilkan teks tersandi adalah Hill Cipher dengan matrix kunci ordo 3x3. Silahkan Download Jurnalnya Disini.

Mencari Invers Matrix Kunci Metode Hill Cipher (Matrix Ordo 3 x 3)



Untuk mendapatkan invers matrix ordo 3, meliputi 3 hal berikut :
  1. Proses transpose matrix (matrix adjoin), semua nilai elemen matrix adjoin harus bilangan bulat dan tidak diperkenankan bilangan pecahan (desimal)
  2. Proses mencari determinan matrix (nilai determinan tidak boleh = 0)
  3. Proses invers determinan (det K x  det K-1) mod n = 1
  4. Proses pencarian invers kunci ( det K-1 * [matriks adjoin])
Untuk lebih jelas, silahkan download caranya disini...