Algoritma RC4+

Algoritma RC4+ merupakan salah satu variasi atau pengembangan dari algoritma RC4. Variasi lainnya adalah RC4A. Algoritma RC4+ pada dasarnya hampir sama dengan algoritma RC4 dan RC4A, hanya saja ada beberapa formulasi yang berbeda diantaranya.
Khusus untuk algoritma RC4+, memiliki salah satu keunggulan yaitu, proses pengacakan kunci dilakukan dengan mengadopsi proses bitwise (left and right bitwise), sehingga kunci yang dihasilkan benar-benar nilai kunci yang acak.

Untuk memahami lebih lanjut tentang proses KSA dan PRGS algoritma RC4+, silahkan download modulnya disini.... Semoga bermanfaat.

Kombinasi Algoritma Playfair Cipher Dengan Metode Zig-zag Dalam Penyandian Teks

Algoritma kriptografi dapat digunakan sebagai salah satu solusi yang dapat digunakan untuk menangkal tindakan-tindakan penyalahgunaan informasi penting dalam bentuk teks. Teknik kriptografi dengan algoritmanya dapat merubah teks informasi asli  menjadi sandi-sandi (simbol-simbol) yang sangat sulit ditemukan korelasi dan makanya. 
Algoritma playfair cipher melakukan penyandian teks dengan mensubtitusikan masing-masing karakter teks dengan karakter yang baru sesuai dengan formulasinya, sedangkan metode zig-zag akan melakukan transposisi atau pengacakan posisi karakter-karakter yang dihasilkan dari proses enkripsi playfair cipher
Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan cipher dari sebuah teks yang menyulitkan pihak-pihak lain untuk menemukan makna teks yang sebenarnya, sehingga kerahasiaan teks tetap terpelihara dengan baik. Untuk mengetahui proses yang dilakukan untuk mengkkombinasikan dua algoritma ini, anda dapat mendownload jurnalnya disini.....

Implementasi Algoritma Vigeneere Cipher dan GOST Dalam Keamanan Data

Teknik Kriptografi dapat mengamankan data berupa teks dengan proses enkripsi dan deskrpsi sehingga data akan aman. Algoritma GOST juga yang penggunaanya sama dengan algoritma vigenere cipher. Penelitian ini menguraikan pengkombinasian dua algoritma ini dalam mengamankan data berjenis teks yang sifatnya rahasia atau penting. 
Kombinasi dua metode ini diharapkan dapat dijadikan sebagai salah satu solusi dalam pengoptimalan pengaman data khususnya data yang sifatnya rahasia. Sebuah jurnal penelitian yang membahas mengenai judul di atas dapat anda download pada alamat berikut........

Algoritma Massey Omura

Algoritma Massey-omura adalah salah satu algoritma yang bekerja dengan konsep kunci asimetris dan dikembangkan berdasarkan konsep protokol tiga-pass. Protokol three-pass bekerja dengan konsep bahwa setiap pihak (penerima dan pengirim pesan) menggunakan kunci mereka sendiri untuk melakukan proses mengenkripsi dan mendekripsi pesan. 

Salah satu keuntungan dari algoritma massey-omura adalah kesulitan menghitung logaritmik diskrit yang mirip dengan algoritma kunci publik lainnya seperti RSA, dan lainnya. 
    
       Algoritma Massey-omura menyebabkan proses enkripsi pesan dilakukan tiga kali melalui protokol yang berbeda (protokol three-pass). Konsep kerja three pass protocol adalah sebuah pesan akan mewati 3 protocol yang berda, sehingga pesan dapat dienkripsi sebanyak 3 kali proses oleh protocol yang berbeda. Hal ini dimaksudkan agar pengirim dan penerima dapat menyinkronkan kunci-kunci yang mereka gunakan dengan proses enkripsi dan dekripsi. Ada 3 proses utama dalam algoritma massey omura adalah proses pembangkitan kunci public dan private, proses enkripsi dan proses dekripsi. Untuk contoh kasus, silahkan download disini........... atau disini juga....

Algoritma Spritz

         Algoritma spritz merupakan varian dari algoritma RC4 yang dilakukan oleh Ron Rivest dan Jacob Schultz pada tahun 2014. Algoritma ini menghasilkan sponge-base construction dalam menghasilkan kunci dalam proses enkripsi dan dekripsi. Algoritma ini bekerja berdasarkan konsep stream cipher yaitu enkripsi satu per satu. Salah satu kelebihan dari algoritma ini adalah proses pembangkitan kunci yang digunakan dalam proses enkripsi maupun dekripsi[1][2]
    Penambahan elemen w yang relatif prima dengan nilai N pada proses pseudo-random generation algorithm adalah perbedaan algoritma ini dengan RC4. Selain sebagai stream cipher, algoritma spritz dapat juga digunakan sebagai hash function (fungsi hash) dan Message Authentication Code (MAC) dengan menggunakan sponge function dalam mengamankan data [3].  Kunci yang dibangkitkan berikutnya selalu bergantung pada aliran kunci sebelumnya. Tingginya kompleksitas dari performansi algoritma spritz menyebabkan rumitnya para kriptanalis untuk menemukan kunci dan memecahkan algoritma ini.
     Prosedur utama pada algoritma spritz sebagai stream cipher terdiri dari tiga proses yaitu proses Key Scheduling Algorithm (KSA), Pseudo-Random Generation Algorithm (PRGA) dan proses enkripsi atau dekripsi. Proses ini secara umum, sama dengan proses yang dilakukan pada algoritma RC4.
Adapun algoritma dari Spritz sebagai stream cipher dalam proses pembangkitan kunci adalah :

wehile
     i := (i + w) mod 256
     j := (k + S[ j + S[ i ] ]) mod 256
     k := (k + i + S[ j ]) mod 256
     Swap S[ i ], S[ j ]
    output:
     x := (S[ j + S[ i + S[ z + k]]]) mod 256
endwhile

Bila anda bandingkan dengan algoritma RC4, maka algoritma ini hampir sama, perbedaan mendasar adalah adanya penambahan nilai w pada proses pembangkitan kunci enkripsi dan dekripsi.

Silahkan anda download jurnal penelitian yang membahas Implementasi Algoritma Spritz sebagai stream cipher disini..... atau melalui link ini.... Penelitian ini membahas mengenai penyandian record database soal ujian Computer Based Test (Ujian Berbasis Komputer), semoga dapat menjadi referensi bagi kita dalam mengoptimalkan pengamanan data dan informasi penting.